Sabtu, 02 November 2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Rotasi panen adalah putaran panen antara panen terakhir dengan panen selanjutnya di tempat yang sama. Jumlah rotasi panen per tahun normal yang dikendaki adalah berkisar 36-48 rotasi/tahun dengan interval panen normal 7-9 hari.
Tanaman disebut matang panen tandan bila tandan telah memberondol, yaitu terlepasnya buah dari tandan secara alami atau dengan istilah menghasilkan berondolan.Matang panen tandan ditandai dengan jatuhnya dua berondolan untuk setiap kg berat TBS di pinggiran/piringan pokok.

B.       Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini agar mahasiswa dapat mengetahui rotasi pemanenan dan kriteria matang panen tersebut.  


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Rotasi panen

Rotasi panen adalah putaran panen antara panen terakhir dengan panen selanjutnya di tempat yang sama. Jumlah rotasi panen per tahun normal yang dikendaki adalah berkisar 36-48 rotasi/tahun dengan interval panen normal 7-9 hari. Faktor yang mempengaruhi rotasi panen antara lain cuaca, hari libur nasional, dan tenaga kerja yang banyak tidak masuk. Berdasarkan ketentuan rotasi panen tersebut seluruh areal tanaman menghasilkan dibagi menjadi enam seksi panen. Menurut Sunarko (2007), pada panen permulaan biasanya rotasi panen 15 hari, selanjutnya 10 hari, dan terakhir 7 hari. Rotasi panen menggunakan simbol 6/7, yakni 5 hari memanen dengan interval 7 hal.Akan tetapi ada juga yang menggunakan simbol 5/7 dalam memanen tergantung kebijakan perusahaan.
Waktu panen yang terlambat akan menyebabkan buah cenderung over ripe bahkan bisa menjadi empty bunch. Keadaan tersebut bisa meningkatkan jumlah brondolan sehingga akan memperlambat penyelesaian hancak dan bisa meningkatkan kadar FFA. Interval panen terlalu cepat (< 7 hari) maka akan mengakibatkan pemanen cenderung mendapatkan buah under ripe bahkan buah mentah (unripe). Hal tersebut juga akan memperkecil persentase kerapatan buah sehingga akan mengurangi jumlah tonase buah yang diperoleh dan dapat mempengaruhi mutu buah yang didapatkan.
Tujuan dari rotasi panen yaitu: Untuk memperoleh tandan sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Dalam suatu blok yang di panen rotasi normal potongan buah adalah 6 / 7. Artinya 6 hari efektif dalam 7 hari. Jadi pada setiap blok mampu di panen 4-5 kali setiap bulannya.
Pembentukan sex diferensiasi sampai anthesis berlangsung selama 17-25 bulan & sejak anthesis sampai tandan matang panen 5-6 bulan. Pembentukan buah di mulai dari buah cengkeh selama 2 bulan , buah kopi 2 bulan , baru kemudiaan buah kelereng dan kemudiaan buah menjadi masak/ matang.

B.       Teknis Panen

Pada kegiatan panen ini hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam proses pemanenan yaitu teknis panen. Adapun cara melakukan teknis panen sebagai berikut :
1.         Mengambil buah matang
Yaitu buah yang siap panen yang telah membrondol antara 3-5 brondolan pada setiap pokok.
2.         Memotong tangkai buah atau tandan sampai mepet ke batang.
Sehingga tidak meninggalkan bekas pantat monyet atau bunga matahari.
3.         Setelah janjangan di turunkan, Brondolan yang terlepas dari janjangan & berserak di piringan harus di kutip hingga bersih & di kumpulkan dalam karung.
4.         Buah / janjang yang telah terkumpul kemudian di susun di TPH & tangkai tandan yang masih panjang harus di potong.
5.         Tandan buah yang telah tersusun di TPH harus di hitung sebelum pengangkutan ke PKS.

Dalam suatu blok yang di panen biasanya rotasi normal potongan buah adalah 6/7. Pada kegiatan panen para pemanen harus mampu mencapai basis (target) dalam suatu hektaran panen (hancak). Basis merupakan target buah (janjangan) yang harus di panen oleh setiap pemanen, target tersebut harus di sesuaikan dengan kerapatan buah pada suatu blok. Setelah kegiatan panen selesai perlu dilakukannya pemeriksaan hancak, dengan tujuan untuk mengetahui ketuntasan hancak panen yang telah di targetkan.
Hancak perlu di periksa untuk memastikan tidak ada buah tinggal di pokok maupun di gawangan, serta brondolan yang belum di kutip. Dalam proses pemanenan perlu adanya organisasi panen yang bertujuan untuk memudahkan dalam pengawasan & pembagian / distribusi kerja.
Petugas yang terkait dalam pelaksanaan panen adalah :
1.         Mandor panen
Adalah jabatan mandor dalam pelaksanaan panen dengan tugas,sebagai berikut :
a.         Seorang mandor panen membawahi 15-20 pemanen.
b.        Mengatur ancak pemanen sehingga dalam setiap hari panen ancak dapat di selesaikan.
c.         Memeriksa ketuntasan ancak dan buah setiap hari.
2.         Pemanen
Adalah petugas yang melaksanakan pemotongan tandan (panen) di areal yang telah di tetapkan sesuai ancak.

C.      Pasca Panen 

Setelah kegiatan panen selesai dilaksanakan, masih terdapat kegiatan yang lainnya yaitu; Pasca Panen. Hal – hal yang dilakukan pada kegiatan panen ini yaitu:

1.         Perhitungan Buah di TPH
Setelah buah atau janjang yang telah di panen &terkumpul , buah kemudian di susun & dihitung di TPH (Tempat Pengumpulan Hasil ). Tujuan dari perhitungan buah ini yaitu : untuk mengetahui jumlah janjang yang telah di panen. Perhitungan buah mulai di lakukan pada saat buah mulai di susun oleh para pemanen. Buah dari setiap TPH pemanen harus di hitung kemudian dari hasil setiap TPH , dijumlahkan untuk mengetahui hasil janjang yang telah di panen.

2.         Pengangkutan buah dari TPH ke PKS
Buah yang sudah terkumpul di TPH perlu di lakukan pengangkutan ke PKS. Pengangkutan buah ini di lakukan dengan tujuan : Agar buah yang telah di panen dapat segera diproses sesegera mungkin dalam waktu 1 x 24 jam setelah di panen agar FFA rendah sehingga kualitas CPO terjaga.
Teknis pengangkutan dilakkukan dengan cara :
a.         Buah yang berada di tiap TPH di muat dalam truck.
b.        Menaikkan janjangan satu persatu ke dalam truck.
c.         Menyusun janjangan yang telah dinaikkan

3.         Pemeriksaan Ancak
Pemeriksaan ancak perlu di lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu panen. Materi yang di periksa , meliputi:
a.         Kriteria panen
Buah yang di panen harus buah yang brondol.Brondolan yang berada di piringan, pasar pikul, maupun gawangan harus di kutip.
b.        Pemotongan pelepah
ü  Pemotongan pelepah penyangga pada saat panen di bolehkan hanya pada areal tanaman yang sudah di tunas pemeliharaan rutin , sedangkan di arel yang belum di tunas pemotongan pelepah tidak di benarkan,
ü  Pemotongan selain pelepah penyangga tidak di benarka,
ü  Pada waktu pemotongan tandan agar di usahakan tidak melukai pelepah.
c.         Pemotongan gagang tandan
ü  Gagang tandan yang panjang di potong sehingga bekas potongan berbentuk seperti huruf V dengan panjang gagang < 3 cm,
ü  Gagang yang terlalu panjang dapat menimbulkan kerugian minyak.
d.        Pemeriksaan di ancak meliputi:
ü  Buah matang tidak di panen,
ü  Buah mentah di panen,
ü  Brondolan yang tinggal di sekitar piringan, gawangan & pasar pikul.
e.         Pemeriksaan di TPH :
ü  Jumlah buah,
ü  Tangkai buah yang panjang,
ü  Kebersihan brondolan.
4.         AKP  ( Angka Kerapatan Panen )
Tujuan dari AKP ( Angka Kerapatan Panen) dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Untuk mendapatkan estimasi jumlah janjang yang akan dipanen. Cara mencari estimasi jumlah janjang dengan rumus : Estimasi janjang = AKP x Jumlah pokok panen
b.      Untuk mengetahui jumlah tenaga kerja yang di butuhkan
c.       Untuk menentukan angkutan yang di butuhkan.
AKP dapat diperoleh dengan cara sensus buah. Sensus buah dilakukan 1 hari sebelum dilaksanakan pemanenan pada suatu blok. Dalam sensus buah dilakukan dengan cara menentukan pokok yang akan dijadikan sebagai sampel, menghitung jumlah buah yang membrondol pada pokok sampel.

D.      Syarat-syarat Matang Panen

Syarat tanaman disebut matang panen apabila tanaman telah memenuhi syarat 60 % dan tanaman dalam suatu areal/blok telah matang pohon, sedangkan dikatakan matang pohon, apabila paling sedikit 2 buah tandan telah membusuk dan 1 tandan matang satu pohon (Lampiran 4). 1.      Syarat-syarat Matang Panen

E.       Kriteria Matang Panen Tandan

Tanaman disebut matang panen tandan bila tandan telah memberondol, yaitu terlepasnya buah dari tandan secara alami atau dengan istilah menghasilkan berondolan.Matang panen tandan ditandai dengan jatuhnya dua berondolan untuk setiap kg berat TBS di pinggiran/piringan pokok.Pada TM tahun ke-1 harus terdapat paling sedikit 5 berondolan di pinggiran pokok. Kriteria berondolan per kg adalah:
ü  Berat tandan 6 – 8 kg  :  Berondolan 8 buah
ü  Berat tandan 9 – 15 kg   :  Berondolan 15 buah
ü  Berat tandan >15 kg    :  Berondolan 20 buah.
Agar lebih mudah, dapat juga dipakai kriteria bahwa untuk tanaman yang berumur di bawah 10 tahun, jumlah berondolan sekurang-kurangnya 10 buah, sedangkan yang di atas 10 tahun, jumlah berondolannya sekurang-kurangnya 20 buah.

F.       Standar Kematangan

Standar kematangan berikut ini berdasarkan jumlah brodolan yang ada di permukaan tanah. Sangat penting untuk mempertahankan panen pada interval yang pendek  pada tanaman yang baru menghasilkan atau tanaman muda, karena buah akan membrondol lebih dari 10% dalam waktu 5-7 hari, interval panen yang lama mengakibatkan banyaknya buah busuk dan jumlah brondolan yang banyak. Pelaksanaan panen yang tepat pada standar kematangan yang tepat dapat mencegah pemanenan buah mentah dan mengurangi pengumpulan brondolan. Interval panen tidak boleh lebih dari 10 hari pada 3 (tiga) tahun pertama setelah menghasilkan dan tidak boleh melebihi 14 hari pada tanaman yang lebih tua, pada musim buah rendah lakukan pemeriksaan ekstra agar pemanen tidak memanen buah mentah untuk memenuhi standar borongnya.
Untuk tanaman diantara panen tahun pertama sampai ke tiga, paling sedikit 5 brondolan per janjang dengan interval kurang dari 10 hari. Untuk tanaman yang lebih tua , standar kematangan maksimum adalah 3 – 5 brondolan per janjang sebelum panen dengan interval kurang dari 10 hari. Jika interval panen, tidak dapat dihindari lebih dari 14 hari

G.      Pemanenen
Pemanen mencari buah yang masak, dan melihat buah yang brondol di tanah. Jika pengambilan buah tidak dapat dilakukan tanpa memotong pelepah yang dibawahnya, maka pelepah ini harus dipotong terlebih dahulu dan dirumpuk di gawangan. Potong buahnya, potong tangkai buah sependek mungkin.
Tunas yang dibuang harus seminimal mungkin dan seperlunya jika mungkin dengan mengikuti aturan  dengan ketentuan meninggalkan 2 (dua) pelepah dibawah buah. Pelepah yang ditunas harus disebar di gawangan, perhatikan untuk tidak menutup pasar pikul, priringan dan parit Tidak ada buah masak yang tertinggal karena ini akan terlalu masak pada rotasi berikutnya.
Ketika memotong pelepah pemanen harus memotong rapat pada batang.Jangan memanen buah mentah karena akan mengakibatkan kehilangan minyak dan kernel. Semua brondolan harus dikutip, termasuk yang masuk ke ketiak pelepah kelapa. Usahakan jangan terlalu banyak memindahkan buah hasil pemanenan karena akan mengakibatkan kenaikan FFA. Gagang tangkai buah harus pendek, karena gagang panjang akan mengganggu pengangkutan dan menyerap banyak minyak pada fase proses awal pengolahan.
Keluarkan brondolan dari buah buah busuk, atau terlalu masak dan janjang kosongnya jangan di bawa ke pabrik. Buah tidak tercampur pasir dan sampah terutama sewaktu mengutip brondolan, karena ini menyebabkan kerusakan pada mesin-mesin pabrik. Usahakan mencegah keterlambatan pengiriman buah ke pabrik. Buah diletakkan dengan bagian gagang dibawah, disusun 5 atau 10 baris, untuk memudahkan penghitungan dan pemeriksaan kematangan buah. Jika rotasi panen dapat dipertahankan akan mengurangi pengutipan brondolan.


BAB III
KESIMPULAN

A.      Kesimpulan

1.      Teresia (kelompok 2)
Apa yang dimaksud dengan ancak
Jawab : adalah pembagian areal panen atau hanca panen harian yang dipanen pada hari-hari tertentu yang disesuaikan berdasarkan rotasi panen.

  1. Ibrahim (kelompok 2)
Bagaimana cara melihat brondolan yang berstandar panen.
Jawab : jika brondolan kelapa sawit sudah jatuh ke tanah dengan alami (tanpa terkena alat pemanenan) dan telah berwarna jingga kehitam-hitaman maka brondolan tersebut sudah dikatakan matang.

  1. Teresia (kelompok 2)
Apa saja alat panen ? Sebutkan beserta fungsinya
Jawab :
Dodos = untuk memanen kelapa sawit
Eggrek = untuk memanen kelapa sawit yang berada diketinggian serta membersihkan kelapa sawit dari tumbuhan menjalar
Gerobak = untuk mengangkut hasil panen ke truk (alat transportasi)

  1. Siti Halimahtusyadiah (kelompok 2)
Apa saja yang sangat mempengaruhi pemanenan .
Jawab : Transpotrasi, tenaga kerja, waktu, faktor alam, alat, gaji pekerja.

  1. Tandi (kelompok 2)
Apa dampak bila terlambat melakukan pemanenan
Jawab : Waktu panen yang terlambat akan menyebabkan buah cenderung over ripe bahkan bisa menjadi empty bunch. Keadaan tersebut bisa meningkatkan jumlah brondolan sehingga akan memperlambat penyelesaian hancak dan bisa meningkatkan kadar FFA.

  1. Jumadi (kelompok 3)
Faktor-faktor apa saja yang memperlambat pemanenan.
Jawab : faktor cuaca, kelengkapan alat panen, jumlah tenaga kerja, intensif para tenaga kerja.

Tambahan dari kelompok lain :

1.      Fida (kelompok 3)
2.      Ibrahim (kelompok 2)

2 komentar:

  1. RBC Racing – RBC Racing (Australia) | Thtopbet
    RBC Racing – RBC Racing 카지노사이트 is the official 샌즈카지노 site rb88 of RBC Racing, offering horse racing tips on races taking place in Australia.

    BalasHapus
  2. Harrah's Cherokee Casino & Hotel - Mapyro
    Compare reviews, photos 제주 출장샵 & cheap rates for Harrah's Cherokee Casino & Hotel - See 1833 남양주 출장마사지 reviews, 85 photos 제주 출장샵 and 3174 당진 출장마사지 reviews of Harrah's Cherokee Casino & Hotel 상주 출장샵 "

    BalasHapus