BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Rotasi panen
adalah putaran panen antara panen terakhir dengan panen selanjutnya di tempat
yang sama. Jumlah rotasi panen per tahun normal yang dikendaki adalah berkisar
36-48 rotasi/tahun dengan interval panen normal 7-9 hari.
Tanaman disebut
matang panen tandan bila tandan telah memberondol, yaitu terlepasnya buah dari
tandan secara alami atau dengan istilah menghasilkan berondolan.Matang panen
tandan ditandai dengan jatuhnya dua berondolan untuk setiap kg berat TBS di
pinggiran/piringan pokok.
B.
Tujuan
Adapun tujuan
dari pembuatan makalah ini agar mahasiswa dapat mengetahui rotasi pemanenan dan
kriteria matang panen tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Rotasi panen
Rotasi panen
adalah putaran panen antara panen terakhir dengan panen selanjutnya di tempat
yang sama. Jumlah rotasi panen per tahun normal yang dikendaki adalah berkisar
36-48 rotasi/tahun dengan interval panen normal 7-9 hari. Faktor yang
mempengaruhi rotasi panen antara lain cuaca, hari libur nasional, dan tenaga
kerja yang banyak tidak masuk. Berdasarkan ketentuan rotasi panen tersebut
seluruh areal tanaman menghasilkan dibagi menjadi enam seksi panen. Menurut
Sunarko (2007), pada panen permulaan biasanya rotasi panen 15 hari, selanjutnya
10 hari, dan terakhir 7 hari. Rotasi panen menggunakan simbol 6/7, yakni 5 hari
memanen dengan interval 7 hal.Akan tetapi ada juga yang menggunakan simbol 5/7
dalam memanen tergantung kebijakan perusahaan.
Waktu panen yang
terlambat akan menyebabkan buah cenderung over ripe bahkan bisa menjadi empty
bunch. Keadaan tersebut bisa meningkatkan jumlah brondolan sehingga akan
memperlambat penyelesaian hancak dan bisa meningkatkan kadar FFA. Interval
panen terlalu cepat (< 7 hari) maka akan mengakibatkan pemanen cenderung
mendapatkan buah under ripe bahkan buah mentah (unripe). Hal tersebut juga akan
memperkecil persentase kerapatan buah sehingga akan mengurangi jumlah tonase
buah yang diperoleh dan dapat mempengaruhi mutu buah yang didapatkan.
Tujuan dari
rotasi panen yaitu: Untuk memperoleh tandan sesuai dengan tingkat kematangan
yang diinginkan. Dalam suatu blok yang di panen rotasi normal potongan buah
adalah 6 / 7. Artinya 6 hari efektif dalam 7 hari. Jadi pada setiap blok mampu
di panen 4-5 kali setiap bulannya.
Pembentukan sex
diferensiasi sampai anthesis berlangsung selama 17-25 bulan & sejak
anthesis sampai tandan matang panen 5-6 bulan. Pembentukan buah di mulai dari
buah cengkeh selama 2 bulan , buah kopi 2 bulan , baru kemudiaan buah kelereng
dan kemudiaan buah menjadi masak/ matang.
B.
Teknis
Panen
Pada kegiatan panen ini hal penting yang
tidak boleh dilupakan dalam proses pemanenan yaitu teknis panen. Adapun cara
melakukan teknis panen sebagai berikut :
1.
Mengambil buah matang
Yaitu buah yang siap
panen yang telah membrondol antara 3-5 brondolan pada setiap pokok.
2.
Memotong tangkai buah atau tandan sampai
mepet ke batang.
Sehingga tidak meninggalkan bekas pantat
monyet atau bunga matahari.
3.
Setelah janjangan di turunkan, Brondolan
yang terlepas dari janjangan & berserak di piringan harus di kutip hingga
bersih & di kumpulkan dalam karung.
4.
Buah / janjang yang telah terkumpul
kemudian di susun di TPH & tangkai tandan yang masih panjang harus di
potong.
5.
Tandan buah yang telah tersusun di TPH
harus di hitung sebelum pengangkutan ke PKS.
Dalam suatu blok yang di panen biasanya
rotasi normal potongan buah adalah 6/7. Pada kegiatan panen para pemanen harus
mampu mencapai basis (target) dalam suatu hektaran panen (hancak). Basis
merupakan target buah (janjangan) yang harus di panen oleh setiap pemanen,
target tersebut harus di sesuaikan dengan kerapatan buah pada suatu blok.
Setelah kegiatan panen selesai perlu dilakukannya pemeriksaan hancak, dengan
tujuan untuk mengetahui ketuntasan hancak panen yang telah di targetkan.
Hancak perlu di periksa untuk memastikan
tidak ada buah tinggal di pokok maupun di gawangan, serta brondolan yang belum
di kutip. Dalam proses pemanenan perlu adanya organisasi panen yang bertujuan
untuk memudahkan dalam pengawasan & pembagian / distribusi kerja.
Petugas yang terkait dalam pelaksanaan
panen adalah :
1.
Mandor panen
Adalah
jabatan mandor dalam pelaksanaan panen dengan tugas,sebagai berikut :
a.
Seorang mandor panen membawahi 15-20
pemanen.
b.
Mengatur ancak pemanen sehingga dalam
setiap hari panen ancak dapat di selesaikan.
c.
Memeriksa ketuntasan ancak dan buah
setiap hari.
2.
Pemanen
Adalah petugas yang melaksanakan
pemotongan tandan (panen) di areal yang telah di tetapkan sesuai ancak.
C.
Pasca Panen
Setelah kegiatan
panen selesai dilaksanakan, masih terdapat kegiatan yang lainnya yaitu; Pasca
Panen. Hal – hal yang dilakukan pada kegiatan panen ini yaitu:
1.
Perhitungan Buah
di TPH
Setelah buah atau janjang yang telah di panen
&terkumpul , buah kemudian di susun & dihitung di TPH (Tempat
Pengumpulan Hasil ). Tujuan dari perhitungan buah ini yaitu : untuk mengetahui
jumlah janjang yang telah di panen. Perhitungan buah mulai di lakukan pada saat
buah mulai di susun oleh para pemanen. Buah dari setiap TPH pemanen harus di
hitung kemudian dari hasil setiap TPH , dijumlahkan untuk mengetahui hasil
janjang yang telah di panen.
2.
Pengangkutan
buah dari TPH ke PKS
Buah yang sudah terkumpul di TPH perlu di lakukan
pengangkutan ke PKS. Pengangkutan buah ini di lakukan dengan tujuan : Agar buah
yang telah di panen dapat segera diproses sesegera mungkin dalam waktu 1 x 24
jam setelah di panen agar FFA rendah sehingga kualitas CPO terjaga.
Teknis
pengangkutan dilakkukan dengan cara :
a.
Buah yang berada
di tiap TPH di muat dalam truck.
b.
Menaikkan
janjangan satu persatu ke dalam truck.
c.
Menyusun
janjangan yang telah dinaikkan
3.
Pemeriksaan
Ancak
Pemeriksaan
ancak perlu di lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu panen. Materi yang
di periksa , meliputi:
a.
Kriteria panen
Buah
yang di panen harus buah yang brondol.Brondolan yang berada di piringan, pasar
pikul, maupun gawangan harus di kutip.
b.
Pemotongan
pelepah
ü Pemotongan pelepah penyangga pada saat panen di
bolehkan hanya pada areal tanaman yang sudah di tunas pemeliharaan rutin ,
sedangkan di arel yang belum di tunas pemotongan pelepah tidak di benarkan,
ü Pemotongan selain pelepah penyangga tidak di
benarka,
ü Pada waktu pemotongan tandan agar di usahakan tidak
melukai pelepah.
c.
Pemotongan
gagang tandan
ü Gagang tandan yang panjang di potong sehingga bekas
potongan berbentuk seperti huruf V dengan panjang gagang < 3 cm,
ü Gagang yang terlalu panjang dapat menimbulkan
kerugian minyak.
d.
Pemeriksaan di
ancak meliputi:
ü Buah matang tidak di panen,
ü Buah mentah di panen,
ü Brondolan yang tinggal di sekitar piringan, gawangan
& pasar pikul.
e.
Pemeriksaan di
TPH :
ü Jumlah buah,
ü Tangkai buah yang panjang,
ü Kebersihan brondolan.
4.
AKP ( Angka Kerapatan Panen )
Tujuan dari AKP
( Angka Kerapatan Panen) dapat diuraikan sebagai berikut :
a.
Untuk
mendapatkan estimasi jumlah janjang yang akan dipanen. Cara mencari estimasi
jumlah janjang dengan rumus : Estimasi janjang = AKP x Jumlah pokok panen
b.
Untuk mengetahui
jumlah tenaga kerja yang di butuhkan
c.
Untuk menentukan
angkutan yang di butuhkan.
AKP dapat diperoleh dengan cara sensus buah. Sensus
buah dilakukan 1 hari sebelum dilaksanakan pemanenan pada suatu blok. Dalam
sensus buah dilakukan dengan cara menentukan pokok yang akan dijadikan sebagai
sampel, menghitung jumlah buah yang membrondol pada pokok sampel.
D.
Syarat-syarat Matang Panen
Syarat tanaman
disebut matang panen apabila tanaman telah memenuhi syarat 60 % dan tanaman
dalam suatu areal/blok telah matang pohon, sedangkan dikatakan matang pohon,
apabila paling sedikit 2 buah tandan telah membusuk dan 1 tandan matang satu
pohon (Lampiran 4). 1. Syarat-syarat
Matang Panen
E.
Kriteria Matang Panen Tandan
Tanaman disebut
matang panen tandan bila tandan telah memberondol, yaitu terlepasnya buah dari
tandan secara alami atau dengan istilah menghasilkan berondolan.Matang panen
tandan ditandai dengan jatuhnya dua berondolan untuk setiap kg berat TBS di
pinggiran/piringan pokok.Pada TM tahun ke-1 harus terdapat paling sedikit 5
berondolan di pinggiran pokok. Kriteria berondolan per kg adalah:
ü Berat tandan 6 – 8 kg :
Berondolan 8 buah
ü Berat tandan 9 – 15 kg :
Berondolan 15 buah
ü Berat tandan >15 kg :
Berondolan 20 buah.
Agar lebih mudah, dapat
juga dipakai kriteria bahwa untuk tanaman yang berumur di bawah 10 tahun,
jumlah berondolan sekurang-kurangnya 10 buah, sedangkan yang di atas 10 tahun,
jumlah berondolannya sekurang-kurangnya 20 buah.
F.
Standar Kematangan
Standar
kematangan berikut ini berdasarkan jumlah brodolan yang ada di permukaan tanah.
Sangat penting untuk mempertahankan panen pada interval yang pendek pada tanaman yang baru menghasilkan atau
tanaman muda, karena buah akan membrondol lebih dari 10% dalam waktu 5-7 hari,
interval panen yang lama mengakibatkan banyaknya buah busuk dan jumlah
brondolan yang banyak. Pelaksanaan panen yang tepat pada standar kematangan
yang tepat dapat mencegah pemanenan buah mentah dan mengurangi pengumpulan
brondolan. Interval panen tidak boleh lebih dari 10 hari pada 3 (tiga) tahun
pertama setelah menghasilkan dan tidak boleh melebihi 14 hari pada tanaman yang
lebih tua, pada musim buah rendah lakukan pemeriksaan ekstra agar pemanen tidak
memanen buah mentah untuk memenuhi standar borongnya.
Untuk tanaman
diantara panen tahun pertama sampai ke tiga, paling sedikit 5 brondolan per
janjang dengan interval kurang dari 10 hari. Untuk tanaman yang lebih tua ,
standar kematangan maksimum adalah 3 – 5 brondolan per janjang sebelum panen
dengan interval kurang dari 10 hari. Jika interval panen, tidak dapat dihindari
lebih dari 14 hari
G.
Pemanenen
Pemanen mencari buah yang masak, dan melihat buah
yang brondol di tanah. Jika pengambilan buah tidak dapat dilakukan tanpa
memotong pelepah yang dibawahnya, maka pelepah ini harus dipotong terlebih
dahulu dan dirumpuk di gawangan. Potong buahnya, potong tangkai buah sependek
mungkin.
Tunas yang dibuang harus seminimal mungkin dan
seperlunya jika mungkin dengan mengikuti aturan
dengan ketentuan meninggalkan 2 (dua) pelepah dibawah buah. Pelepah yang
ditunas harus disebar di gawangan, perhatikan untuk tidak menutup pasar pikul,
priringan dan parit Tidak ada buah masak yang tertinggal karena ini akan terlalu
masak pada rotasi berikutnya.
Ketika memotong pelepah pemanen harus memotong rapat
pada batang.Jangan memanen buah mentah karena akan mengakibatkan kehilangan
minyak dan kernel. Semua brondolan harus dikutip, termasuk yang masuk ke ketiak
pelepah kelapa. Usahakan jangan terlalu banyak memindahkan buah hasil pemanenan
karena akan mengakibatkan kenaikan FFA. Gagang tangkai buah harus pendek,
karena gagang panjang akan mengganggu pengangkutan dan menyerap banyak minyak pada
fase proses awal pengolahan.
Keluarkan brondolan dari buah buah busuk, atau
terlalu masak dan janjang kosongnya jangan di bawa ke pabrik. Buah tidak
tercampur pasir dan sampah terutama sewaktu mengutip brondolan, karena ini
menyebabkan kerusakan pada mesin-mesin pabrik. Usahakan mencegah keterlambatan
pengiriman buah ke pabrik. Buah diletakkan dengan bagian gagang dibawah,
disusun 5 atau 10 baris, untuk memudahkan penghitungan dan pemeriksaan
kematangan buah. Jika rotasi panen dapat dipertahankan akan mengurangi
pengutipan brondolan.
BAB III
KESIMPULAN
A.
Kesimpulan
1. Teresia (kelompok 2)
Apa yang dimaksud dengan ancak
Jawab : adalah pembagian areal panen atau hanca
panen harian yang dipanen pada hari-hari tertentu yang disesuaikan berdasarkan
rotasi panen.
- Ibrahim (kelompok 2)
Bagaimana cara melihat brondolan yang berstandar
panen.
Jawab : jika brondolan kelapa sawit sudah jatuh ke
tanah dengan alami (tanpa terkena alat pemanenan) dan telah berwarna jingga
kehitam-hitaman maka brondolan tersebut sudah dikatakan matang.
- Teresia (kelompok 2)
Apa saja alat panen ? Sebutkan beserta fungsinya
Jawab :
Dodos = untuk memanen kelapa sawit
Eggrek = untuk memanen kelapa sawit yang berada
diketinggian serta membersihkan kelapa sawit dari tumbuhan menjalar
Gerobak = untuk mengangkut hasil panen ke truk (alat
transportasi)
- Siti Halimahtusyadiah (kelompok 2)
Apa saja yang sangat mempengaruhi pemanenan .
Jawab : Transpotrasi, tenaga kerja, waktu, faktor
alam, alat, gaji pekerja.
- Tandi (kelompok 2)
Apa dampak bila terlambat melakukan pemanenan
Jawab : Waktu panen yang terlambat akan menyebabkan
buah cenderung over ripe bahkan bisa menjadi empty bunch. Keadaan tersebut bisa
meningkatkan jumlah brondolan sehingga akan memperlambat penyelesaian hancak
dan bisa meningkatkan kadar FFA.
- Jumadi (kelompok 3)
Faktor-faktor apa saja yang memperlambat pemanenan.
Jawab : faktor cuaca, kelengkapan alat panen, jumlah
tenaga kerja, intensif para tenaga kerja.
Tambahan dari kelompok lain :
1.
Fida (kelompok
3)
2.
Ibrahim
(kelompok 2)